Journal of Development Education and Learning (JODEL) https://www.jodel.or.id/index.php/jodel <p><strong>ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230520441045127" target="_blank" rel="noopener">3026-0124</a> (Online - Elektronik)</strong></p> <p><strong>Journal of Development Education and Learning (JODEL) </strong>is a peer-refereed open-access journal which has been established for the dissemination of state of the art knowledge in the field of education. This Journal is published three times in a year (<strong>May, September</strong> and <strong>January</strong>) by LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan, Indonesia. It is intended to be the journal for publishing original articles on the latest issues and trends occurring in education curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of teachers with the aim to advance our knowledge of education theory and practice. Moreover, this journal also covers the issues concerned with environmental education. All submitted manuscripts will be initially reviewed by editors and are then evaluated by a minimum of <strong>two reviewers </strong>through the <strong>double-blind review </strong>process. This is to ensure the quality of the published manuscripts in the journal.</p> <p><strong>Journal of Development Education and Learning (JODEL) </strong>has been indexed in GOOGLE SCHOLAR</p> LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan en-US Journal of Development Education and Learning (JODEL) 3026-0124 <p><strong>Ciptaan disebarluaskan di bawah </strong><a title="a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License" href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-size: 13.5pt; font-family: 'latoregular',serif; color: #ff6c2c; background: white; text-decoration: none; text-underline: none;">a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</span></a></p> Pengaruh Model Literasi Lingkungan Jelajah Alam Sekitar (LiteLJAS) berbantuan Wayground terhadap Motivasi Belajar IPA https://www.jodel.or.id/index.php/jodel/article/view/202 <p>This research investigates the impact of utilizing the Environmental Literacy Learning Model for Exploring the Natural Surroundings (LiteLJAS) through Wayground on the motivation toward science education for seventh-grade students at SMPN 28 Padang. The research employed a quantitative method featuring a Non-Equivalent Control Group Design, which included both an experimental group and a control group. Data gathering was conducted using a motivational survey for learning, an observation form for carrying out the learning process, and a feedback questionnaire for students. The collected data was evaluated through a normality test, a homogeneity test, a t-test, and a t'-test. The findings indicated that the execution of learning was classified in the exceptional tier, reaching a rate of 96%. According to the outcomes of the hypothesis test, the computed t value exceeded the t table value (3.042 &gt; 2.008), indicating that applying the LiteLJAS model in conjunction with Wayground significantly affects students' motivation for science learning. Moreover, students' reactions to learning were categorized as excellent with a rate of 99%. As a result, combining the LiteLJAS model with Wayground has been effective in enhancing students' motivation to learn.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Literasi Lingkungan Jelajah Alam Sekitar (LiteLJAS) yang didukung oleh Wayground terhadap motivasi siswa kelas VII dalam belajar IPA di SMPN 28 Padang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan <em>Non Equivalent Control Group Design</em>, yang mencakup kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Informasi didapatkan melalui kuesioner motivasi belajar, lembar observasi proses pembelajaran, dan kuesioner respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, serta uji t dan t’. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pelaksanaan pembelajaran tergolong sangat baik dengan persentase mencapai 96%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t<sub>hitung</sub> lebih besar dari t<sub>tabel</sub> (3,042 &gt; 2,008), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model LiteLJAS yang didukung Wayground memberikan dampak signifikan terhadap motivasi belajar IPA siswa. Di samping itu, tanggapan siswa terhadap pembelajaran juga termasuk sangat positif dengan persentase mencapai 99%. Dengan demikian, penerapan model LiteLJAS yang diintegrasikan dengan Wayground terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.</p> Ainul Muslimah Aulia Azhar Febri Yanto Firda Azzahra Copyright (c) 2026 Ainul Muslimah, Aulia Azhar, Febri Yanto, Firda Azzahra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-30 2026-05-30 4 2 40 47 10.70437/jodel.v4i2.202 Pembiasaan Ibadah Melalui Program Kegiatan Keagamaan Mingguan Di Lingkungan MAN 2 Deli Serdang https://www.jodel.or.id/index.php/jodel/article/view/196 <p>This study aims to analyze the habituation of worship through weekly religious programs at MAN 2 Deli Serdang as a strategy for developing students’ religious character. The research is based on the finding that students’ worship practices tend to be formal and have not been fully internalized in daily life. A descriptive qualitative approach was employed using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The participants included the principal, Islamic education teachers, religious supervisors, and students. The findings indicate that weekly religious activities such as Qur’anic recitation, congregational prayers, short sermons, and dhuha prayers function as effective habituation mechanisms that enhance students’ discipline, consistency in worship, and spiritual awareness. The program’s effectiveness is supported by teachers’ role modeling, time management integrated with academic schedules, and institutional policies. However, obstacles remain, including low intrinsic motivation among students and external environmental influences. This study concludes that the habituation of worship through structured weekly religious programs significantly contributes to the internalization of religious values and the formation of students’ spiritual character.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiasaan ibadah melalui program kegiatan keagamaan mingguan di MAN 2 Deli Serdang sebagai strategi pembentukan karakter religius siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan bahwa praktik ibadah siswa masih bersifat formal dan belum terinternalisasi secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, pembina keagamaan, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keagamaan mingguan yang meliputi tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, kultum, dan shalat dhuha berperan sebagai stimulus pembiasaan yang efektif dalam meningkatkan kedisiplinan, konsistensi ibadah, serta kesadaran spiritual siswa. Keberhasilan program didukung oleh keteladanan guru, pengaturan waktu yang terintegrasi dengan kegiatan akademik, dan dukungan kebijakan madrasah. Namun, masih ditemukan hambatan berupa rendahnya motivasi intrinsik siswa dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan ibadah melalui program keagamaan mingguan berkontribusi signifikan terhadap internalisasi nilai religius dan pembentukan karakter spiritual siswa<em>.</em></p> Hermalia Putri Mavianti Copyright (c) 2026 Hermaliaputri10 Putri, Mavianti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-30 2026-05-30 4 2 48 58 10.70437/jodel.v4i2.196 Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia: Analisis Peran Lembaga Pendidikan Madrasah dalam Perspektif Kontemporer https://www.jodel.or.id/index.php/jodel/article/view/197 <p>Transformasi pendidikan Islam di Indonesia telah membawa perubahan signifikan terhadap peran madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam di era kontemporer. Madrasah mengalami pergeseran dari lembaga tradisional menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional, sehingga penting dianalisis kontribusinya dalam transformasi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis (library research) dengan pendekatan kualitatif untuk menelaah adaptasi madrasah terhadap kebijakan nasional, dinamika kurikulum, dan praktik pembelajaran modern. Fokus kajian mencakup kebijakan Tiga Menteri tahun 1975 serta integrasi madrasah ke dalam sistem pendidikan nasional melalui undang-undang dan kebijakan terkait. Analisis tematik dilakukan terhadap literatur pendidikan Islam, studi kebijakan, dan penelitian empiris mengenai madrasah modern serta madrasah integratif yang menggabungkan kurikulum umum dan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah memperoleh posisi sejajar dengan sekolah umum dalam hal lulusan, ijazah, dan kurikulum, serta berfungsi sebagai jembatan antara tradisi pesantren dan tuntutan modernisasi pendidikan. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, perbedaan budaya organisasi, dan persepsi publik terhadap kualitas madrasah. Transformasi ini mencerminkan kemampuan madrasah untuk berinovasi tanpa mengorbankan identitas keislaman, sehingga berkontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.</p> Jamilatu Ssa'diyah Tajuddin Muh. Fthyr El Hasan Idrus Latif Copyright (c) 2025 Jamilatu Ssa'diyah Tajuddin, Muh. Fthyr El Hasan, Idrus Latif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-31 2025-05-31 4 2 59 67 10.70437/jodel.v4i2.197 Politik Kurikilum dalam Pendidikan Islam pada Masa Pendudukan Jepang: Upaya Jepang dalam Membentuk Loyalitas Melalui Intitusi Keagamaan https://www.jodel.or.id/index.php/jodel/article/view/192 <p><em>Penelitian ini menganalisis Nipponisasi sebagai kerangka kebijakan pendidikan Islam di Indonesia selama pendudukan Jepang serta bagaimana institusi keagamaan dimobilisasi sebagai kanal untuk membentuk loyalitas terhadap rezim pendudukan. Menggunakan telaah kebijakan historis, tokoh kunci, dan dinamika kelembagaan, analisis menunjukkan Nipponisasi tidak sekadar mereformasi kurikulum, melainkan merombak hierarki organisasi, pelatihan guru, dan hubungan antara ulama serta organisasi Islam dengan kekuasaan pendudukan. Variasi regional menunjukkan loyalitas religius-politik dipengaruhi konstelasi lokal antara ulama, santri, dan pejabat, tanpa pola nasional tunggal. Transformasi kurikulum mencerminkan pergeseran dari pembentukan spiritual-moral ke orientasi duniawi jasadi di beberapa konteks, meski elemen ilmu dan ritus keagamaan tetap ada di beberapa daerah. Pelibatan ulama dan organisasi seperti Fujinkai, Majlis Islam Tinggi, serta jaringan ulama lokal membentuk legitimasi kebijakan dan meninggalkan bekas pada identitas keagamaan nasional pascamerdeka. Secara normatif, maqasid al-shari’ah dijadikan landasan etis untuk menilai keseimbangan hak edukasi, keadilan, dan kemaslahatan umum selama pendudukan serta sebagai kerangka evaluasi kebijakan masa kini. Secara praktis, temuan ini memberi panduan kepada pembuat kebijakan dan pendidik dalam menjaga otonomi lembaga keagamaan dalam kurikulum nasional sambil menghargai warisan pendudukan sebagai lensa analisis kebijakan pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini berkontribusi pada historiografi pendidikan Islam Indonesia dengan menyoroti Nipponisasi sebagai jaringan kebijakan terpadu yang menghubungkan kurikulum, institusi, dan organisasi keagamaan sebagai instrumen loyalitas politik.</em></p> Kasmidar Ikhwal Idrus latif Copyright (c) 2025 Kasmidar, Ikhwal, Idrus latif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-31 2025-05-31 4 2 68 75 10.70437/jodel.v4i2.192